Creating Creative Business by Ridwan Kamil

Hari Sabtu kemarin, tanggal 17 September 2011, saya mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan oleh Akademi Berbagi. Sekilas info, Akademi Berbagi ini adalah sebuah organisasi yang mengadakan kuliah-kuliah umum dengan topik yang berbeda-beda dengan dosen tamu yang menarik. Nah, di kuliah umum saya kemarin, dosen tamunya itu Ridwan Kamil. Buat yang belum tau , Ridwan Kamil adalah seorang arsitektur kreatif yang hasil-hasil karyanya yang terkenal. Beliau sudah berpengalaman menangani proyek-proyek arsitektur seperti Museum Tsunami di Aceh, Masjid Al-Irshad di Bandung, Marina Bay Waterfront Master di Singapura, Ras Al Kaimah Waterfront Master di Qatar , dan masih banyak lagi hasil-hasil karya kreatif dari beliau.

Rumah Botol by Ridwan KamilMasjid Al-Irshad di Kota Baru Parahyangan by Ridwan Kamil

Museum Tsunami by Ridwan Kamil

“Ide hanya akan menjadi ide jika tidak dieksploitasi.”

Kata Ridwan Kamil, jangan hanya menyimpan ide kreatif kita di dalam hati aja, tapi coba untuk diwujudkan. Mumpung masih muda dan masih punya banyak kesempatan, sayang kalau ide kreatif kita cuma untuk dijadikan sebagai khayalan. Kalau sudah dewasa dan berkeluarga, pikiran kita pasti sudah terbagi-bagi dan ide kreatif kita tidak akan pernah terlihat oleh orang lain. Yang lebih sedih lagi, kalau ternyata ada orang lain yang memiliki ide kreatif sama dengan kita, tapi dia berani untuk mewujudkan idenya dibanding kita.

“Masih ada masalah yang menghambat creative business di Indonesia…”

Sulit mencari pendanaan. Yap, hingga saat ini, perbankan masih kurang mempercayai untuk meminjamkan dana start-up untuk creative business di Indonesia. Budayanya masih terbiasa untuk jenis bisnis yang konservatif dan sudah terbukti sejak lama dapat menghasilkan penghasilan tinggi. Hal ini sangat disayangkan oleh beliau ,bisnis kreatif memang memerlukan waktu untuk diterima oleh masyarakat, tapi lama-kelamaan bisnis kreatif bisa menjadi  bisnis yang menjanjikan juga, lho.

“Karakter yang perlu dilatih untuk menjadi seorang Creativeprenur…”

  •        Innovative – thinking and innovative outside the box
  •        Risk taker – dare to take risk, but still do risk calculation. People who never take risk won’t go anywhere
  •        Visionary – dare to set achievable goals
  •        Strong leadership – strong leadership comes from training, not learning
  •        Problem solver – Know exactly how to get there (make the solutions based on problem)
  • Agent of Change

HOW TO START CREATIVE BUSINESS

by Ridwan Kamil

1.  Observe The World!

Ide kreatif bisa berasal dari mana saja, terutama yang terdekat dengan lingkungan sekitar kita. Coba lihat kondisi di sekeliling kita, cari tahu apa yang lagi hot-hot nya di masyarakat. Biasanya, bisa membantu untuk dijadikan ide bisnis yang menjanjikan. Contoh simpelnya, anak-anak muda di Bandung punya hobi nongkrong, main skateboard, foto-foto , nah jadilah sekarang perempatan jalan Dago disulap menjadi taman Dago yang ramai tiap malam, terutama malam Minggu. Selain mengamati kondisi sekitar, tambah pengetahuan dengan banyak-banyak membaca buku atau majalah, karena kita bisa mendapat pengetahuan yang luas

2.  Select the business

Banyak ide-ide kreatif yang muncul di pikiran kita dan rasanya pasti ingin diwujudkan semuanya. Tapiii kita juga harus pintar memilih mana ide yang cocok untuk dikembangkan dan mana yang tidak. Menurut Kang Emil, ada macam-macam kategori bisnis kreatif , diantaranya, Advertising, Architecture, Arts & Antiques, Craft, Design, Fashion, Music, dan masih banyak lagi.

3.  Think Different

Cari perspektif baru di dalam pikiran kita. Cobalah untuk berfikir diluar kebiasaan dan comfort zone kita. Kalau hanya mengandalkan gaya pikiran yang itu-itu aja, ya ide yang muncul itu-itu aja. Gaya berpikir secara kreatif dan inovatif bisa memberikan keuntungan bagi kita.

Gaya berpikir yang lain dari biasanya yaitu memnafaatkan masalah yang ada di sekitar kita sebagai peluang bisnis. Yap, tidak semua masalah hanya akan menjadi masalah. Kita bisa manfaatin dengan menggabungkan pikiran kreatif kita sebagai solusi dari masalah tersebut J .

4.  Planning Creative

5.  Scalable

Siapa sih yang gak mau punya bisnis yang besar dan menghasilkan banyak keuntungan? Gak ada. Kalau lihat sejarah perusahaan-perusahaan yang sudah sukses sekarang, mereka awalnya mulai dari kecil-kecilan lho. Poin yang ingin disampaikan oleh Ridwan Kamil yaitu kita harus memperhitungkan bisnis kita step by step. Jangan terburu-buru untuk ingin langsung memperoleh keuntungan yang besar. Asal dilakukan dengan mengikuti step-step yang benar dan konsisten, pasti bisnis kita bisa menjadi bisnis yang terkenal.

 6.  Design & Technology

“Apapun jenis bisnis kita, jangan anggap sepele unsur desain dan teknologi”, kata beliau. Mulai dari teknologi Facebook, Twitter, Kaskus, sampai program-program desain seperti Adobe Photoshop pasti akan dibutuhkan untuk semua jenis usaha. Banyak banget orang yang mempromosikan bisnisnya lewat Facebook, Twitter, Kaskus dan social network lainnya untuk meningkatkan penjualan. Taktik promosi ini paling sering digunakan karena gratis dan cepat mendapat respon dari calon pembeli. Kalau jadi orang yang gaptek, sayang kan kalau teknologi ini ga dimanfaatin?

Dan yang terakhir dari Ridwan Kamil, untuk memulai suatu bisnis kreatif, adalah dengan membuat networking sebanyak-banyaknya dan membuat strategi pemasaran yang inovatif untuk bisnis kita.

Ilmu yang saya dapat dari kuliah umum kemarin sangat-sangat berguna. Ga heran peserta kuliah umum kemarin cukup banyak, sampai ada yang ga kebagian tempat duduk. Saking menariknya topik kuliah kemarin, sampai ada ibu-ibu yang bela-belain dateng sambil bawa bayinya buat dengerin kuliah dari Ridwan Kamil (seriusan, ga boong).

Selain tentang bagaimana membangun sebuah bisnis yang kreatif dari Ridwan Kamil, pelajaran yang saya ambil setelah kuliah kemarin adalah syukuri setiap ilmu yang udah kita dapat. Kadang-kadang, kita suka ga sadar kalau pelajaran yang kita dapat sebenernya sangat sangat sangat berguna. Manfaatkan ilmu yang kita dapat dan jangan hanya untuk mengejar nilai semata 🙂

Semoga bisa memberi inspirasi bagi para pembaca sekalian,

Cheers,

Gayatri Cahya Pertiwi

Advertisements