Archive | November 2011

Brainstorming Time! —> “Hidup Bahagia”

Pada pertemuan selanjutnya, di kelas Creativity and Innovation, saya dan teman-teman melatih otak untuk brainstorming. Teknik Brainstorming ini adalah mengupas suatu topik dalam format yang unik.

Tema Brainstorming : “Hidup Bahagia”

Format Brainstorming :

  • 5W (What, When, Who, Where, Why) + 1H (How)
  • Why Why Why
  • Asumsi

Brainstorming dari “Hidup Bahagia” dalam versi saya adalah:

5W + 1H

What : Apakah yang dimaksud dengan hidup bahagia?

Hidup Bahagia adalah hidup yang bisa memberikan kita ketenangan dan makna hidup yang berarti.

Who : Siapa yang dapat hidup bahagia?

Menurut saya, semua orang yang mampu mensyukuri hidupnya dan dapat mengambil makna-makna positif dapat merasakan yang namanya hidup bahagia.

When : Kapan kita bisa hidup bahagia?

Mulai dari lahir, kita sudah bisa hidup bahagia karena telah berhasil dilahirkan di dunia. Lalu, hidup bahagia bisa dimulai disaat kapan saja tergantung kemauan masing-masing orang.

Where : Dimana kita bisa hidup bahagia?

Hmm, hidup bahagia itu bisa dimana saja, kok. Di angkot aja kita bisa hidup bahagia kalau abang angkotnya ngasih uang kembalian yang pas,hehe.

Why : Mengapa kita harus hidup bahagia?

Kita harus hidup bahagia supaya kita bisa semangat menjalani hidup. Kalau kita sudah merasa bahagia, kita juga bisa membahagiakan orang lain juga.

WHY WHY WHY

Why 1 : Mengapa kita harus hidup bahagia?

Kita harus hidup bahagia supaya kita bisa semangat dalam menjalani hidup.

Why 2: Kenapa kita harus semangat dalam menjalani hidup?

Karena kalau kita semangat, kita bisa melakukan yang terbaik dalam segala urusan kita.

Why 3: Kenapa kita harus melakukan yang terbaik?

Supaya kita bisa mendapatkan rasa puas atas apa yang telah kita kerjakan dalam hidup kita.

Whiy 4: Kenapa kita harus merasa puas?

Supaya kita mendapatkan payoff yang setimpal daripada mendapatkan ketidakpuasan yang bisa membuat kita kecewa.

Why 5 : Kenapa kita harus mendapatkan payoff  yang setimpal?

Karena kalau kita tidak mendapatkan payoff  yang setimpal, kita tidak bisa merasakan rasa bahagia atas apa yang telah kita kerjakan di dunia.

ASUMSI

Hidup bahagia bisa didapatkan oleh semua orang. Apabila kita pandai bersyukur, kita akan dapat mendapatkan makna-makna positif dan bisa mendapatkan rasa bahagia dalam hidup kita.Hidup bahagia juga tidak terbatas oleh waktu dan tempat, bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Hidup bahagia penting untuk dirasakan setiap orang agar kita bisa semangat dalam menjalani hidup.

Brainstorming tentang “Hidup Bahagia” ini lumayan membuka pikiran saya tentang seberapa besar pentingnya kita sebagai manusia untuk hidup bahagia. Semoga postingan saya ini juga bisa membuka pikiran para pembaca sekalian 🙂

Have a nice life, everyone.

Gayatri Cahya Pertiwi

Advertisements

Pengingat yang Kreatif

Mengingat. Ini dia salah satu teknik belajar yang paling susah untuk banyak mahasiswa, termasuk saya, hehe. Banyak sekali istilah-istilah, rumus, urutan yang harus dihafal, belum lagi kalau namanya sudah aneh-aneh dan susah diingat. Rasanya otak ini terlalu sempit untuk menghapal segalanya, hehe..

yap, kita bukan sebuah memori yang bisa mengingat semuanya

 

Untungnya dosen CI saya ini orangnya super kreatif 2012. Saya diajari untuk menggunakan teknik menghapal yang lebih muda, yaitu dengan MERANGKAI SEBUAH CERITA dari istilah-istilah yang harus dihapal. Pada pertemuan kuliah saat itu, Pak apiq memberikan soal untuk menghapal 20 nama orang paling berpengaruh di dunia. Dua puluh loh, dua puluh, hehe. Untuk masing-masing tokoh, sudah ada kata kunci yang merupakan kata serupa dari nomor peringkatnya. Berikut nama-nama tokoh tersebut beserta kata kuncinya :

1. Muhammad – Ratu

2. Isaac Newton – Gua

3. Jesus Christ – Raga

4. Buddha – Tempat

5. Confucius – Terima

6. St. Paul -Senam

7. Tsai Lun – Baju

8. Johan Gutenberg – Balapan

9. Christopher Colombus – Cemilan

10. Albert Einstein – Sesepuh

11. Louis Pasteur – Sebel

12. Galileo Galilei – Dobel

13. Aristotle – Timbel

14. Euclid – Fabel

15. Moses – Mebel

16. Charles Darwin – Nambal

17. Shih Huang Ti – Jubel

18. Augustus Caesar – Label

19. Nicolas Copernicus – Sambel

20. Antoine Laurent Lavoisier – Dapul

Rangkaian cerita versi saya seperti ini :

  • Ada seorang ratu yang ingin kuat seperti Nabi Muhammad
  • Lalu dia bertapa di gua sambil terisaac-isaac (terisak-isak)
  • Setelah bertapa, dia mendapatkan keris yang bisa melindungi raganya.
  • Lalu ratu berkunjung ke tempat temannya bernama Buddhi.
  • Buddhi lalu menerima keris dari Ratu yang membuat dia confuse.
  • Karena senang, Ratu diajak oleh Buddhi untuk ikut senam bareng di St.Paul
  • Habis senam, ratu berganti baju dan pergi ke salun (salon)
  • Dalam perjalanan, ratu balapan dengan artis Johan Fahira
  • Di tengah-tengah balapan, ratu jadi pengen beli cemilan eskrim colombus
  • Soalnya penjual es krimnya mirip dengan sesepuh beliau yaitu albert einstein
  • Tapi ratu jadi sebel karena yang ada ternyata es puter
  • Akhirnya ratu jadi beli gulali porsi dobel
  • Plus beli bungkus nasi timbel Pak Aris untuk di salon
  • Di salon, ratu menunggu sambil baca cerita fabel berjudul Euclid
  • Tiba tiba di TV salon nayangin iklan mebel dari Kate Moss
  • Inget mebel, ratu jadi ingat untuk nambal sesuatu di Darwin
  • Dari nambal itu, ratu bisa dapat huang (uang) yang berjubel-jubel
  • Plus label sertifikasi pada bulan Agustus
  • Ratu juga bisa dapat sambel gratis dari keluarga temannya, Nicholas
  • Rumah Nicholas berwarna oren dan memiliki 1 dapul (dapur)

 

Kalau sudah dibuat seperti rangkaian cerita diatas, kegiatan menghapal pun jadi lebih enak dan mudah untuk dihapal. Teknik menghapal ini tidak hanya untuk diaplikasikan untuk menghapal nama-nama saja. Kita bisa membuat hapalan rumus menjadi sebuah cerita dengan membuat kata kunci yang mirip dan familiar dengan kita.

Semoga post saya ini bisa membantu teman-teman sekalian untuk lebih mudah dalam menghapal =)

 

Mahasiswa yang sulit menghapal,

 

Gayatri Cahya Pertiwi