Final Exam

Ide Bisnis : EyeFriend

EyeFriend ini adalah sebuah sebuah ide inovatif saya di dunia bisnis digital. EyeFriend adalah sebuah produk yang menjawab permasalahan setiap pengguna komputer yang matanya terasa lelah ketika harus berlama-lama di depan layar komputer.Produk ini dapat membuat mata yang tadinya terasa lelah, lalu menjadi lebih jernih walau harus menghadap ke layar komputer. Selain itu, produk ini juga dapat membantu mencegah mata untuk terkena minus atau gangguan mata lainnya.

Masalah sehari-hari : Mata lelah karena lama di depan layar komputer

Produk ini dijual dalam 1 rangkaian/set. Satu set produk berisi aplikasi program EyeFriend-Apps dan EyeFriend-Glasses. EyeFriend-Apps adalah software yang harus dimasukkan ke komputer pengguna. Ketika software ini dioperasikan, secara otomatis tampilan layar komputer akan sedikit “dilapisi” oleh campuran warna khusus yang mempunyai manfaat untuk mengurangi radiasi cahaya. Sedangkan EyeFriend-Glasses adalah kacamata khusus yang dapat digunakan oleh konsumen agar tampilan layar komputer akan tetap terlihat seperti biasa, namun memiliki integrasi dengan EyeFriend-Apps yang telah diaktifkan. Ketika konsumen menggunakan EyeFriend, maka layar komputer akan terlihat seperti biasa, namun telah dikurangi radiasi cahayanya, sehingga penglihatan konsumen tidak akan terasa lelah atau terganggu.

ilustrasi EyeFriend-Glasses

Ilustrasi EyeFriend-Apps

Business Model –  EyeFriend

Business Model Framework - EyeFriend

Key Partner :

EyeFriend membutuhkan kerjasama dengan para Ophtalmologists, atau ahli kesehatan mata. Kerjasama ini dibutuhkan agar EyeFriend dapat memenuhi kriteria sebagai alat yang aman dipakai untuk kesehatan mata. Lensa yang digunakan untuk EyeFriend-Glasses juga harus memiliki kualitas yang tinggi, jadi diperlukan kerjasama dengan produsen lensa kacamata yang ternama. Selain itu, agar EyeFriend tidak dapat dibajak secara sembarangan, maka lisensi untuk EyeFriend juga sangat diperlukan.

Key Activities :

Aktifitas utama tidak lain adalah membuat software yang canggih, namun dapat diaplikasikan pada semua tipe komputer, agar EyeFriend-Apps dapat digunakan oleh semua orang, dan juga membuat EyeFriend-Glasses secara berkala.

Key Resources :

Sumber daya yang dibutuhkan oleh EyeFriend yang pertama adalah para ahli di bidang pembuatan software. Software yang dihasilkan harus dapat menggabungkan kecanggihan teknologi serta unsur kesehatan mata. Selain itu, agar EyeFriend terlihat menarik bagi pasar, maka dibutuhkan ahli desain untuk mengemas EyeFriend-Apps dan EyeFriend-Glasses menjadi menarik.

Offer :

Yang ditawarkan kepada konsumen adalah kenyamanan dalam penggunaan komputer sehari-hari. Dengan menggunakan EyeFriend-Apps dan EyeFriend-Glasses, konsumen dapat merasa tenang walaupun harus berjam-jam di depan layar komputer.

Customer Relationship :

Untuk menjaga hubungan baik dengan para konsumen, EyeFriend menyediakan 3 fasilitas, yaitu Customer Service, Guarantee Service, dan Maintenance Service. Customer Service berperan sebaagai sarana tanya jawab untuk konsumen yang kurang paham tentang cara menggunakan EyeFriend. Guarantee Service adalah layanan garansi untuk setiap pembelian EyeFriend yang berlaku dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan Maintenance Service adalah jasa perbaikan apabila terdapat kerusakan pada produk yang tidak masuk dalam kategori garansi.

Channel :

Untuk memasarkan produk EyeFriend, dapat dilakukan dengan memasang iklan di media cetak yang membahas seputar isu kesehatan mata. Dapat juga disebarkan brosur/flyer di rumah sakit/klinik mata. Untuk mempermudah penjualan, EyeFriend dapat memasok persediaan produk di toko-toko komputer, atau membuat website penjualan dengan menggunakan internet.

Customer Segment :

Target konsumen dari EyeFriend sendiri adalah para pengguna komputer yang memililki kepedulian terhadap kesehatan mata.

Cost Structure :

Biaya yang diperlukan adalah biaya untuk memproduksi EyeFriend-Apps dan EyeFriend-Glasses, biaya untuk melakukan riset, biaya pemasaran, dan biaya administrasi.

Revenue Stream :

Sumber pendapatan utama EyeFriend adalah penjualan software EyeFriend-Apps dan EyeFriend-Glasses itu sendiri.

Yang saya dapatkan selama kuliah Creativity and Innovation :

1. Mengeksplorasi ide sebanyak-banyaknya. Pak apiq sering memberi teka-teki yang melatih saya untuk mencari ide sebagai solusi dari teka-teki itu.Banyak juga latihan mengembangkan ide dengan brainstorming bareng-bareng atau coba memecahkan game komputer yang seperti asah otak, hehe.

2. Mencari solusi dari permasalahan dengan cara yang tidak biasa. Karena teka-teki nya tidak bisa dipecahkan dengan solusi biasa-biasa aja, jadi kita harus cari solusi yang “out of the box” :). Lagipula, percuma ambil kuliah Creativity and Innovation kalau idenya masih standar-standar aja, hehe.

3.Membuka wawasan tentang bisnis di bidang kreatif dan teknologi. Pak apiq sering memberi contoh kreatifitas dan inovasi di dunia teknologi dan kreatif. Karena waktu itu pernah ada guest lecture yang membahas tentang bisnis di dua bidang tersebut, wawasan saya jadi bertambah pula.

4. Berlatih untuk mengembangkan suatu topik dengan cara Brainstorming dan metode “Why Why Why”. Dua metode ini adalah dua metode yang ampuh untuk mengumpulkan ide sebanyak-banyaknya. Kalau brainstrorming, kita membahas tentang suatu topik dari banyak sisi. Kalau “why why why”, kita menyambungkan alasan-alasan dari suatu topik tersebut.

5. Berlatih teknik menghapal yang lebih mudah, dengan membuat sebuah cerita yang bersinambungan. Jadi, waktu itu contohnya adalah membuat suatu cerita dengan menggunakan 20 nama orang berpengaruh. Karena dibuat jadi cerita, menghapal pun menjadi lebih mudah. Kita tidak perlu repot-repot untuk  menghapal satu per satu 🙂

6. Membuat rancangan bisnis dengan melalui Business Model. Saya baru sekali mengenal format Business Model di kuliah CI ini. Business model ini mebantu saya untuk membuat susunan dari sebuah bisnis dengan cara yang ringkas.

8. Melatih inovasi sebuah bisnis dengan metode SCAMPER. Nah, kalau SCAMPER ini adalah metode untuk membuat inovasi dari produk atau bisnis yang sudah ada. Otak saya pun menjadi terlatih untuk membuat inovasi-inovasi dengan menggunakan metode SCAMPER ini.

7. Terbiasa untuk menggali ide sebanyak-banyaknya untuk menemukan sebuah ide bisnis. Karena latihan mengggunakan SCAMPER dan business model tidak hanya dilakukan sekali, jadi saya juga harus mencari ide bisnis juga tidak sekali. Kebanyakan, ide bisnis yang ditentukan adalah di bidang teknologi.

9. Melatih kepercayaan diri untuk berbagi ide kreatif melalui postingan di blog. Untuk teman-teman yang malu untuk sharing ilmu, bisa menggunakan blog sebagai solusinya. Di awal kuliah, saya masih canggung untuk menulis di blog, karena khawatir isinya kurang berbobot. Tapi, makin lama saya menjadi semakin terbiasa karena setiap  tugas CI yang kita buat harus selalu dipost di blog masing-masing.

10. Melatih kedisiplinan untuk bangun pagi, hehe. Kuliah CI ini jadwanya jam 7 pagi. Berhubung di mata kuliah sebelumnya tidak ada yang jadwalnya jam 7, saya jadi harus berlatih bangun pagi lagi. Lumayan, jadi lebih segar kuliahnya, hehe.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s