Mid-term Exam

#Peluang, Prospek, dan kesempatan sebanyak-banyaknya bagi para mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi


Creativity level 1 = Primitive and intuitive expression

Pada level ini, mahasiswa memilki peluang diantaranya adalah :

–          Pikiran yang masih belum terbatas dapat memberikan jalan pikiran yang lebih segar dan masih ringan dibanding dengan pikiran orang-orang yang lebih dewasa. Otak mahasiswa yang masih ingin menambah pengetahuan sebanyak-banyaknya ini menjadi peluang bagi para mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi. Umumnya, mahasiswa yang berusia 18 hingga 21 tahun merupakan usia dimana yang jalan pikirannya masih terbuka lebar dan dapat menerima hal-hal baru. Hal-hal baru tersebut dapat berupa bentuk kreatifitasi dan inovasi-inovasi yang berbeda dan ‘nyentrik’ yang belum tentu dapat diterima oleh semua kalangan umur.

Creativity level 2 = Academic and technical level

Pada level ini, mahasiswa dapat ditunjang dengan adanya peluang ini:

–          Ilmu pengetahuan yang aplikatif. Setiap mahasiswa tentunya mengenyam ilmu yang akan diaplikasikan langsung ke masyarakat. Apabila jalan pikiran mahasiswa yang masih fresh diimbangi dengan ilmu yang diterapkan dari kuliah, akan memberikan peluang untuk berkreatifitas dan berinovasi setinggi mungkin. Tidak hanya dari kuliah, namun juga dari ilmu pengetahuan yang bisa didapat dari seminar, training, dan sebagainya. Sangat beruntung untuk menjadi seorang mahasiswa karena saat ini semakin banyak jumlah seminar atau training yang diselenggarakan tersebut.

–          Kesempatan berkreasi dan berinovasi sambil belajar. Selagi menciptakan hasil kreasi dan inovasinya, mahasiswa juga mengenyam ilmu di perkuliahannya. Kondisi ini memberikan peluang bagi mereka untuk menciptakan hasil kreasi dan inovasi yang bersandarkan ilmu pengetahuan yang sedang mereka pelajari. Para dosen yang tentunya memilki ilmu pengetahuan yang lebih luas dibanding mahasiswa dapat dijadikan sarana bertanya bagi mahasiswa dalam berkreasi dan berinovasi. Para dosen juga dapat menjadi sarana Dengan kata lain, mahasiswa seperti memiliki pembimbing mereka masing-masing.

Creativity level 3 = Inventive level & Creativity Level 4 = Innovative level

Mahasiswa dapat mencapai level ini dengan adanya peluang berikut:

–          Luasnya kesempatan berkreasi dan berinovasi bagi penerus-penerus muda bangsa. Mumpung masih tergolong dalam usia muda dan produktif, banyak sekali jumlah ajang-ajang kompetisi berupa olimpiade atau lomba sejenisnya. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi peluang mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi. Tidak hanya untuk sekedar menciptakan kreasi dan inovasi, namun juga bersaing untuk menciptakan kreasi dan inovasi yang terbaik. Karena kreasi dan inovasi merupakan bentuk dari suatu penyelesaian masalah disekitar kita, maka hal tersebut memungkinkan mahasiswa untuk menciptakan solusi yang kreatif dan innovatif. Terlebih lagi, mahasiswa cenderung lebih bersemangat ketika menemukan suatu solusi. Mahasiswa merupakan pemuda-pemuda yang suka untuk menjadi yang terbaik, maka akan disayangkan jika peluang seperti ini tidak dimanfaatkan.

Creativity level 5 : Genius level

Peluang-peluang yang dimilki mahasiswa pada level ini yaitu:

–          Kesempatan mengembangkan lebih jauh. Mahasiswa yang rata-rata masih berumur 18 hingga 22 tahun masih tergolong usia produktif, dimana tingkat kebugaran dan beban pikiran yang masih bagus dibanding orang yang lebih dewasa. Kondisi ini dapat memberikan peluang bagi para mahasiswa untuk mengembangkan hasil-hasil kreasi dan inovasinya dalam jangka waktu yang panjang. Apabila hasil karya mahasiswa dapat dikembangakan sejak dini, maka bisa saja menjadi suatu penemuan hebat di masa depan.

 

–          Kesempatan menyebarkan koneksi seluas-luasnya. Di tingkat perguruan tinggi, menurut saya adalah saat yang tepat untuk membangun dan menjaga koneksi seluas-luasnya. Berbeda dengan tingkat pelajar, di tingkat perguruan tinggi, orang-orang yang dapat dijadikan sebagai koneksi dapat berasal dari kalangan yang beragam. Dapat berasal dari teman, pengajar, pengusaha, ilmuwan, sampai ke masyarakat secara langsung. Umur mahasiswa yang sedang menuju tahap pendewasaan membuat mahasiswa dapat diterima untuk menjalin hubungan dengan masyarakat kalangan umur manapun. Hal ini dapat menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengkomunikasikan hasil-hasil karyanya kepada dunia.

4 levels of innovation

Level 1 : Minimal change of previous invention

Level 2 : Integrating new features

Level 3 : large rewards of the innovation

Level 4 : Able to create innovation that change people’s live

Apabila dikatikan dengan 4 levels of innovation, peluang-peluang tersebut menunjang keempat level secara bersamaan, dan tidak terbatas pada 1 level saja.

#2 Sebutkan masalah-masalah yang menghambat para mahasiswa untuk menjadi kreatif dan inovatif.

Berikut adalah hambatan-hambatan bagi para mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi berdasarkan 5 level of Creativity.

Creativity level 1 = Primitive and intuitive expression

–          Masih banyak mahasiswa yang belum terbuka pikirannya.  Walaupun masih memiliki kemampuan berpikir yang belum terbatas, namun sayangnya masih banyak mahasiswa yang belum terbuka pikirannya untuk menjadi seorang creator atau innovator. Masih banyak mahasiswa yang masih bersifat konsumtif tanpa hasrat untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik. Contoh lainnya adalah, banyak mahasiswa yang masih  berfokus untuk mendapatkan nilai tinggi di perkuliahan dan mendapatkan peluang kerja yang baik, namun tidak diseimbangkan dengan keingininan untuk berkreasi dan berinovasi untuk bangsa. Hal ini merupakan hambatan untuk berkreasi dan berinovasi yang datang dari diri mahasiswa sendiri.

Creativity level 2 = Academic and technical level

–          Tidak semua bidang ilmu diapresiasi tinggi di Indonesia. Saya memasukkan poin ini karena saya berkuliah di sebuah institut teknologi, dimana mayoritas ilmu yang diberikan adalah tentang sains dan teknologi. Hal pertama yang paling mudah dilakukan oleh mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi adalah di bidang ilmu yang diperlajarinya. Di Indonesia, sayangnya bidang pengembangan sains dan teknologi tidak terlalu diapresiasi seperti di negara-negara lain. Kondisi ini menjadi hambatan bagi mahasiswa yang ingin berkreasi di bidang tersebut namun kurang difasilitasi dengan baik di Indonesia. Terlebih lagi, karena kurangnya apresiasi terhadap beberapa bidang ilmu tersebut, mahasiswa menjadi kurang termotivasi untuk menciptakan kreasi dan inovasi di bidang tersebut.

Creativity level 3 = Inventive Level & Creativity level 4 = Innovative Level

–          Kurangnya panutan dan fasilitas untuk pengembangan kreasi dan inovasi. Di Indonesia,pada masa sebelumnya, belum banyak orang-orang yang berani untuk mengekplorasi kreatifitas dan inovasinya. Walaupun ada beberapa, namun tidak semuanya cocok untuk diadaptasikan menjadi panduan kreatifitas dan inovasi untuk di zaman sekarang.

Creativity level 5 = Genius level

–          Kesulitan pengembangan dari segi dana. Hasil-hasil kreasi dan inovasi dari para mahasiswa yang tergolong jenius tentunya memerlukan pengembangan yang baik. Salah satu penunjang pengembangan tersebut adalah dari segi dana. Walaupun banyak hasil-hasil karya mahasiswa yang menjanjikan, namun masih dirasa sulit untuk melakukan pendanaannya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya kemampuan mahasiswa untuk mengkomunikasikan

Dikatikan dengan 4 Levels of Innovation, peluang mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi memiliki hambatan pada 1 hal, yaitu :

–          Adanya kesulitan bagi masyarakat konservatif untuk menghadapi perubahan. Ketika adanya suatu perubahan yang sebenarnya mengandung unsur kreatifitas dan inovasi, ada kalanya ketika perubahan tersebut tidak dapat diterima atau diadaptasi oleh masyarakat konservatif. Hal ini menyebabkan inovasi tersebut tidak dapat berkembang lebih baik lagi.

 

#3 Solusinya?

–          Membuka jalan pikiran dengan hal-hal yang bersifat kreatif dan inovatif. Solusi ini dapat dilakukan dengan seminar, talkshow, training atau semacamnya. Dengan bertukar pikiran dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa tentang kreatifitas dan inovasi, maka mahasiswa dapat menjadi termotivasi. Mahasiswa pada umumnya juga tertarik kepada bimbingan-bimbingan diluar rutinitas kuliahnya sehari-hari sehingga ini dapat menjadi solusi yang efektif.

–          Kepercayaan kepada generasi muda. Apabila masyarakat Indonesia seluruhnya dapat mempercayai generasi muda atau mahasiswa untuk menciptakan kreasi baru untuk bangsa, tentunya ini juga dapat menjadi suatu motivasi bagi para mahasiswa. Semakin diapresiasi, akan semakin tinggi pula tingkat kreatifitas dan invovasi yang dihasilkan. Solusi ini sangat dibutuhkan dikarenakan kondisi zaman sekarang dimana telah banyak pengusaha-pengusaha muda yang lahir di Indonesia.

–          Adaptasi terhadap perubahan. Inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh generasi muda tentunya akan berbeda dengan bentuk inovasi di zaman sebelumnya. Sangat penting untuk masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan baru di kehidupan sehari-hari. Asalkan, kita tetap dapat menyaring mana perubahan yang memberikan pengaruh positif maupun negative.

 

THE WOLRD IS FLAT

Pengertian dari kalimat “the world is flat” yaitu bahwa kita dapat berkomunikasi dengan dunia dengan cara yang lebih mudah. Dikaitkan dengan kreatifitas dan inovasi mahasiswa, jelas bahwa hasil kreasi dan inovasi mahasiswa dapat dijadikan sebagai komunikasi dengan masyarakat luas. Kreatifitas dan inovasi juga dapat membuat hal-hal yang dianggap sulit dan tidak mungkin untuk dilakukan menjadi mungkin untuk diwujudkan. Dengan memanfaatkan peluang, menghindari hambatan, dan melakukan solusi-solusi yang menunjang untuk kreatifitas dan inovasi mahasiswa, maka ungkapan “the world is flat” ini akan terasa di kehidupan sehari-hari kita.

KESIMPULAN 

Mahasiswa khusunya di Indonesia memiliki banyak peluang untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan juga inovatif ke kehidupan sehari-hari. Mulai dari umur yang masih muda hingga proses pembelajaran yang sangat bermanfaat. Peluang ini sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para mahasiswa.

Di setiap peluang, pasti ada hambatan. Hambatan-hambatan bagi para mahasiswa untuk berkarya juga beragam, mulai dari pikiran yang masih tertutup hingga tingkat kepercayaan  dari masyarakat yang masih dirasa kurang.

Untuk tetap menjaga agar kreatifitas dan inovasi mahasiswa tetap terjaga, kita perlu untuk melakukan solusi-solusi seperti: (1) membuka jalan pikiran mahasiswa agar terdorong untuk menjadi kreatif dan invovatif, (2)Meningkatkan kepercayaan kepada generasi muda, (3) Berani untuk beradaptasi pada perubahan.

Gayatri Cahya Pertiwi – 19009049